Apa itu HS Code?
HS Code (Harmonized System Code) adalah kode klasifikasi barang yang dipakai di seluruh dunia untuk menentukan jenis barang secara standar, sekaligus jadi dasar penentuan tarif bea masuk dan pajak impor. Semakin banyak digitnya, semakin spesifik kategorinya.
84 71
4 digit — kategori umum (internasional)
→
84 71 30
6 digit — sub-kategori (internasional, dipakai di database ini)
→
84 71 30 00 00
8–10 digit — klasifikasi final Indonesia (BTKI)
Database di halaman ini berisi kode 6 digit, yang sudah sama secara internasional (termasuk berlaku di Indonesia). Untuk menentukan tarif final, kode ini masih perlu diperpanjang jadi 8–10 digit sesuai sistem BTKI Indonesia.
Cek HS Code (Referensi Awal)
Cari kode HS 6-digit untuk barang yang mau diimpor. Cakupan masih terbatas, terus ditambah bertahap.
⚠️ Ini kode HS 6-digit (standar internasional), bukan kode final Indonesia
Indonesia memakai kode 8-10 digit (BTKI) untuk menentukan tarif pasti. Kode 6-digit di sini adalah titik awal yang benar secara internasional, tapi klasifikasi akhir dan tarifnya WAJIB dikonfirmasi lewat INSW (insw.go.id) atau konsultan kepabeanan sebelum dipakai untuk dokumen resmi impor.
Memuat data…
Database ini masih terbatas — baru mencakup barang yang paling umum dicari. Kami terus menambah kategori dan jumlah barang secara bertahap. Barang yang belum ada di sini bukan berarti tidak punya HS Code — cek langsung di INSW untuk pencarian lengkap.
FAQ
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Kode 6 digit ini cukup untuk dokumen impor resmi?
Belum. Dokumen resmi impor Indonesia (seperti PIB) butuh kode HS lengkap 8–10 digit sesuai sistem BTKI. Kode 6 digit di halaman ini adalah titik awal yang benar secara internasional, tapi tetap wajib diperpanjang dan diverifikasi lewat INSW atau bantuan customs broker/PPJK.
Barangku tidak ada di daftar, apa artinya tidak punya HS Code?
Tidak. Semua barang punya HS Code — database di halaman ini baru mencakup barang yang paling umum dicari, dan terus kami tambah bertahap. Kalau belum ketemu, cek langsung di INSW untuk pencarian yang lebih lengkap.
Kenapa penting tahu HS Code sebelum barang dikirim?
HS Code menentukan tarif Bea Masuk, apakah barang termasuk kategori Lartas (butuh izin khusus), dan kelancaran proses di Bea Cukai. Salah kode bisa menyebabkan proses clearance lebih lama atau bahkan kena sanksi — jadi sebaiknya dikonfirmasi sebelum barang dikirim, bukan setelah tiba di pelabuhan.
Setelah tahu HS Code, langkah selanjutnya apa?
Gunakan kategori barangnya untuk dapat estimasi kisaran tarif Bea Masuk lewat Kalkulator Estimasi Bea & Pajak kami, lalu verifikasi angka final lewat INSW atau forwarder langgananmu.
Sudah tahu HS Code-nya?
Lanjutkan dengan menghitung estimasi bea masuk dan pajak impor barangmu.
Buka Kalkulator Estimasi Bea & Pajak →